Saat fase pertama pusat perbelanjaan dibuka, jumlah penyewa di pusat perbelanjaan akan berkurang 50%

Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia Jakarta (APPBI) menyatakan bahwa pembukaan kembali pusat perbelanjaan pada transisi tahap pertama akan membatasi jumlah pengunjung. Asosiasi Pengelola Mal Perbelanjaan Indonesia Jakarta (APPBI) menyatakan: 50%. Pembatasan tersebut juga akan mempengaruhi pendapatan pedagang atau penyewa.

Ellen Hidayat, Manajer APPBI DKI Jakarta, mengatakan secara logika, jika jumlah wisatawan lebih sedikit, pendapatan juga akan turun. Selain itu, jumlah karyawan akan berkurang sekitar 50% pada tahap awal pembukaan pusat perbelanjaan, “kata Allen, Senin (6/8/2020).

Misalnya, pusat perbelanjaan seluas 65.000 meter persegi akan menyerap ritel. Tenaga Kerja Pedagang Atau Penyewa, Karyawan dan Subkontraktornya di Pusat Perbelanjaan (Sekitar 3.500 Karyawan)

Baca: Nostalgia Disebut Ballpoint Stationery

Pada tahap ini, paling banyak n orang yang terserap Sekitar 50% karyawan, artinya sekitar 50% karyawan perlu kembali bersabar saat situasi membaik dan butuh waktu.

Baca: APPBI sedang menyiapkan aturan baru untuk penyewa yang membuka kembali pusat perbelanjaan – “Covid-19 ganas Dampaknya telah mempengaruhi semua industri, termasuk pengelola toko. Secara finansial, kedua belah pihak (pengelola dan penyewa pusat perbelanjaan) juga tidak dapat memperoleh pendapatan, sehingga terjadi pengurangan tenaga kerja. Ellen berkata: “Ada banyak bisnis lain yang berhubungan dengan pusat perbelanjaan yang juga mengalami stagnasi.”

Untuk jam kerja pusat perbelanjaan, ini akan ditentukan oleh masing-masing pusat perbelanjaan.

Tapi, biasanya mall yang paling banyak hanya buka dari WIB 11:00 sampai WIB 20:00 sambil melihat situasi berkembang lebih jauh.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online