Sumber pendanaan yang beragam, Pupuk Indonesia menerbitkan obligasi Rp 2,5 triliun

TRIBUNNEWS.COM-PT Pupuk Indonesia (Persero) menyelenggarakan penerbitan obligasi berkelanjutan II Pupuk Indonesia tahap pertama pada tahun 2020, dengan total emisi hingga Rp. US $ 2,5 triliun II, dengan total nilai Rp 8 triliun.

Aas Asikin Idat, Presiden Direktur Pupuk Indonesia, mengatakan obligasi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan eksternal di luar industri perbankan. Pupuk Indonesia telah membukukan pertumbuhan penjualan untuk paruh pertama tahun 2020- “Selain sumber pendanaan yang terdiversifikasi, ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi fluktuasi suku bunga dengan beralih dari suku bunga mengambang ke suku bunga tetap, sehingga membuat kami lebih Efisiensi dalam jangka panjang, “ujarnya. -Aas menambahkan, pihaknya optimistis target emisi dapat terserap pasar karena kinerja perseroan tetap stabil, bahkan saat pandemi Covid-19, bahkan menunjukkan return yang lebih tinggi. Ia menambahkan: Tahap pertama PUB II Bond Pupuk Indonesia 2020 terbagi menjadi tiga seri, yaitu seri A periode 3 tahun, seri B 5 tahun, dan seri C 7 tahun. Bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dan metode penghitungannya adalah 30/360.

Periode penerbitan obligasi awal akan berlangsung antara 16 dan 30 Juli 2020. Penawaran umum direncanakan pada 14 Juli hingga 18 Agustus. , 2020.

Pupuk Indonesia menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas sebagai joint lead underwriters (JLU) dan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

PT Fitch Ratings Indonesia dari Pupuk Indonesia menilai obligasi keberlanjutan sebagai AAA (idn). Obligasi ini tidak memiliki jaminan khusus (dengan basisnya sendiri).

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online