Debitur ultra mikro dijanjikan akan mengurangi kredit karena mereka

Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan telah membeberkan syarat bagi penerima kredit longgar ultra mikro, yaitu melunasi pokok pinjaman dengan penundaan enam bulan. . Mulai 29 Februari 2020, pembiayaan berkualitas tinggi harus diperoleh, dan kapasitas pengumpulan harus harmonis dan kooperatif, serta terkena dampak Covid-19, dan pengajuan harus dilakukan secara bertahap.

Ririn Kadariyah, Direktur PIP, mengatakan ada dua bagian pengajuan permintaan penundaan utama.

“Bagi debitur yang mencapai kesepakatan sebelum 4 Juni 2020 dapat mengajukan permintaan keterlambatan besar paling lambat 31 Juli 2020. Sementara pada tanggal 4 Juni 2020 dapat Lamaran terakhirnya diserahkan pada tanggal 30, “ujarnya dalam conference call di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Melihat evolusi distribusi prima, lanjutnya, dengan menggalang dana saat pandemi, kita bisa melihat komitmen PIP untuk mendukung rencana pemulihan ekonomi nasional.

Baca: Menteri Koordinator Airlangga: Pak Gubernur BI, Rupiah Indonesia Terlalu Kuat

Dijelaskannya, sejak WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global dari awal Maret hingga Mei 2020, PIP Terus memberikan dana kepada debitur keuangan mikro ultra. “Jumlah ini bahkan lebih tinggi dari Rp 2.550 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” kata Ririn. Sejak pandemi Covid-19, pelonggaran permintaan dari debitur yang terkena dampak aktivitas utang terus berlanjut.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online