Menekankan masalah utang Pertamina, Ahok: Otak terus pinjam uang

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung soal buruknya tata kelola PT Pertamina (Persero). Ahok menjabat sebagai Ketua Umum dan Komisaris Pertamina sejak 22 November 2019. Ahok mengaku kerap menggelengkan kepala terkait berbagai kebijakan direksi Pertamina. Keputusan bisnis Pertamina biasanya tidak ada artinya dalam kalkulasi bisnis. Akibatnya, Pertamina harus menanggung utang yang cukup besar.

Baca: Ahok Kritik Pertamina, Stafsus Erick Thohir: Urusan Dalam Negeri

Baca: Ahok Kritik Dari Gaji Tinggi Hingga Hutang Perusahaan, Ini Tanggapan Pertamina

Baca: Kontroversi Besar Ahok di Tata Kelola Pertamina: Sebuah gambaran yang sempat dipertimbangkan sebelum usulan penghapusan itu — ia mencontohkan politik manajemen Pertamina, sebuah lembaga politik yang bekerja keras membeli sumur minyak di luar negeri. Membeli ladang minyak dibebani hutang. Sorotan dan saksikan pada Rabu (16/9/2020).

Ini menunjukkan bahwa selain perusahaan yang profitabilitasnya rendah, Pertamina juga harus fokus menjajaki lapangan minyak di dalam negeri.

“Kubilang aku tidak memikirkan eksplorasi. Kita masih punya 12 cekungan yang mungkin berisi minyak dan gas alam. Apa yang kamu lakukan di luar negeri? Mungkin panitia yang membeli minyak, kata Ahawk.

Marah dengan kilang

Pria yang slogannya sekarang BTP. Contoh lain penemuannya adalah inefisiensi Pertamina yaitu pembangunan kilang minyak. Dia selalu bertanya untuk menjelaskan kenapa banyak yang baru belum dibangun Refinery. Teruskan, sudah ada investor yang serius sudah joint venture dengan Pertamina. Apa begini? Saya mau audit, “kata Ahok.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online