Kementerian Perhubungan sedang mempelajari pembelian bus berwujud untuk mengatasi kebiasaan baru

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mendorong penerapan kebiasaan baru (AKB) saat wabah virus Corona atau Covid-19. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan fisik bus atau menjaga jarak.

Baca: Batuk Terus, Penumpang Rumah Sakit Ini Terpaksa Keluar dari Mobil dan Meninggal, Ini Rumah Sakitnya

Kemenhub Budi Setiyadi, Manajer Umum Departemen Perhubungan Darat, mengatakan, Bus tersebut masih terkait dengan kapasitas penumpang yang berwenang Sedang dievaluasi.

“Tapi konfigurasi kursinya 1-1-1, dan sedang dikaji ke Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).,” Kata Budi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2020).

Budi melanjutkan, penelitian ini bertujuan untuk memastikan model bus ini memenuhi standar keselamatan penumpang, bukan hanya jarak fisik.

“Kapasitasnya masih dalam pembahasan, sehingga perlu ditentukan berapa penumpang yang boleh menggunakan bus ini.” Budi mengatakan: “Selain itu, bus ini juga akan dilengkapi dengan peralatan penunjang, seperti filter HEPA yang digunakan sebagai disinfektan. UV filter. “, Almarhum hanya sebagai referensi, angkutan umum khususnya bus baris depan hanya mampu mengangkut 50% penumpangnya.

Tetapi pada bulan Juli, Kementerian Perhubungan sekali lagi melonggarkan bus-bus ini untuk memungkinkan 70% penumpang.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online