Tembus Rp14.300, BI membelanjakan Rp 78 triliun pelindung tabungan dari Corona

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa sejak awal 2007, telah membayar hingga 100 triliun rupee dengan membeli surat berharga pemerintah (SBN) di pasar sekunder Dana untuk menyimpan rupee. Pada tahun yang berakhir pada 27 Februari 2019-sampai Jumat (28/2/202) sore pasar tutup, nilai tukar rupee terhadap dolar AS terus melemah ke Rp 14.347.

Baca: Setelah tato buta di mata, model Polandia dalam bahaya

Baca: Persib Bandung tentang Persela Lamongan: Tujuan Teja Paku Alam mengomentari Robert Rene Alberts

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sejak akhir Januari Atau sejak wabah virus korona dimulai, 100 triliun rupee telah dibeli, sekitar 78 triliun rupee, yang harus dibayar dengan meningkatkan produksi SBN.

“Memang, output SBN turun dari 6,56% sebelum q ke 10 tahun, dan hasil dari SBN 10-tahun tidak akan menjadi 6,95%,” ia berada di Kompleks Bank Indonesia di Jakarta pada hari Jumat 28) berkata.

Tapi menu ut Perry percaya bahwa devaluasi rupiah Indonesia tidak sepenting negara lain, jadi BI terus mempertahankan nilai tukar yang stabil dan pasar keuangan, terutama SBN.

“Inilah sebabnya mengapa rupiah Indonesia lemah dan output SBN 10 tahun lebih rendah dari negara lain,” katanya.

Selain itu, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengurangi dampak pemerintah terhadap perekonomian. Perry menyimpulkan: “Koordinasi dengan Presiden, Menteri Koordinasi Ekonomi dan Menteri Keuangan untuk mengurangi dampak dari mahkota.”

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online