Serikat pekerja mengimbau orang-orang berpengaruh untuk mencabut RUU tentang penciptaan lapangan kerja dan meminta maaf

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sangat menentang gerakan influencer media sosial terkait undang-undang yang komprehensif. , Undang-undang yang komprehensif dapat membahayakan pekerja dan komunitas kecil, tetapi sebaliknya, mereka akan mendapatkan dukungan dari pemberi pengaruh berbayar. Minta mereka menghapus unggahan di Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya, serta minta maaf kepada masyarakat Indonesia, “ujarnya, Minggu 16 Agustus 2020.

Baca: DPR RI Terima Tuntutan Pekerja atas RUU Ciptaker- -Pada saat yang sama, KSPI menantang “Undang-Undang Komprehensif” karena menghapus upah minimum, yaitu UMK dan UMSK, dan memaksa satu jam lebih rendah dari upah minimum ah

Selain itu, mengurangi pesangon dengan menghapus upah dan pemotongan Nilai insentif kerja, penggunaan kerja agen dan kontrak kerja seumur hidup bisa digunakan untuk semua jenis pekerjaan- “bisa juga jam kerja, menghilangkan jenis hak cuti kerja tertentu, dan membatalkan hak upah saat cuti,” kata Said. Mengatakan: “Sistem outsourcing dan kenyamanan pemecatan tanpa izin pengadilan tenaga kerja. “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online