Melarang ekspor benih ikan menguntungkan Mafia

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komunitas antipenyelundupan lobster air tawar menyatakan bahwa selama ekspor lobster atau burayak dilarang, akan merugikan negara karena hanya menguntungkan mafia.

Hal tersebut mereka ungkapkan dalam aksi damai di depan gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (13/7/2020).

“Larangan ekspor udang karang telah menyebabkan kerugian besar bagi negara.” Mafia menyelundupkan banyak lobster besar, dan mereka menyelundupkan lobster besar di bawah kendali taipan, akronim RBT. Katanya, -Fierman menambahkan, kebijakan tersebut sangat tidak menguntungkan bagi nelayan karena harga pembelian benih ikan terkendali sepenuhnya. Penyelundupan mafia. Tentu hal ini membawa angin segar bagi nelayan dan berfungsi sebagai mata uang asing. Sumber pendapatan nasional. “- Fierman menjelaskan dampak larangan ekspor benih ikan dijual di pasar gelap dan harga naik. Mungkin 100 kali nilainya. Lobster Indonesia paling dibutuhkan.

Namun, kata dia, larangan ekspor tersebut membuat Indonesia tidak bisa menjual langsung melalui Singapura.

“Ini yang membuat tengkulak mendapat untung paling banyak. Memang benih lobster dari Indonesia hanya dijual masing-masing 3 hingga 5.000 rupiah. Setelah dijual kembali harganya bisa mencapai Rp. Setiap benih 139.000. Mafia atau mafia mengapresiasi hal ini. Perbedaan harga, ”jelas Firman.

Penyelundupan spesies ikan dari hasil Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan arus modal transaksi penyelundupan lobster yang diduga bisa mencapai 30-900 miliar rupiah setiap tahun.

“Dana ditransfer dari pedagang asing ke pengepul di Indonesia melalui Tycoon RBT untuk membeli benih lobster. Ferrata tidak mengatakan bahwa penyelundup tersebut dicurigai” ikut serta dalam Liga Bangsa-Bangsa. “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online