Rencana induk PSBB mengganggu pengusaha: “ Kebijakan ini ketat, tapi harus kita terima dan dukung ”

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Rencana Pelaksanaan Pembatasan Sosial (PSBB) skala besar yang dilaksanakan Pemprov DKI di Jakarta pada 14 September lalu membuat khawatir para pengusaha. Simanjorang memperkirakan kebijakan PSSB secara keseluruhan yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta akan kembali mengganjal perekonomian ibu kota. Saman mengatakan, “Gunakan tempat tidur isolasi pada Covid-19 dan gunakan unit perawatan intensif khusus,” (Kamis (10/9/2020)). Berbagai sektor komersial, seperti pusat perbelanjaan, dibatasi dan berdampak pada bisnis transportasi peserta UMKM.

“Di sisi lain, perekonomian Ja Karta sebenarnya baru mulai bergairah dalam dua bulan terakhir ini, meski menurutnya masih dibatasi oleh perjanjian kesehatan.

Implementasi tegas rencana PSBB juga akan dilakukan. Perpanjang Waktu Tunggu Pengusaha Nightlife Entertainment yang Sudah Hampir Enam Bulan Tutup dan Belum Beroperasional .

Baca: Jakarta PSBB Total, Kota Bekasi (Kota Bekasi) Baru) memutuskan sikapnya Senin depan-oleh karena itu, penerapan PSBB juga akan menahan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III, dan dapat menyusut dan menyusut hingga memicu resesi.

Kontraksi triwulan II-8.22%, jauh lebih tinggi dari kontraksi nasional- 5.32%.

“Kebijakan PSBB pasti akan menutup industri jasa dan mengurangi konsumsi rumah tangga sehingga berdampak pada perekonomian Jakarta. Saman mengatakan potensi pertumbuhan pada kuartal III bisa saja negatif.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan akibat dampak pandemi corona atau pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi menjadi tantangan yang luar biasa karena mendorong warga untuk tidak melakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) seperti semula tidak dapat bergerak.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online