Para ekonom memperkirakan epidemi ini tidak terkendali dan akan sulit bagi ekonomi Indonesia untuk berbalik positif tahun ini

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bank Dunia memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 akan menyusut 1,6% hingga 2% setiap tahunnya atau year on year (year-on-year). Jadi di bulan Juni, 0%.

Alasan dari prediksi ini adalah bahwa dari segi kesehatan, penanganan pandemi masih belum ideal. Bahkan pemerintah Indonesia diyakini gagal mengatasi pandemi virus corona. Ekonom IKS Eric Sugandi (Eric Sugandi) mengatakan bahwa salah satu faktor yang diprediksikan oleh Bank Dunia bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia antara -1,6% dan -2% adalah epidemi yang tidak terkendali.

“Bahkan dalam laporan global, bank juga menyatakan, selain Indonesia dan Filipina, Covid-19 sudah bisa dikendalikan di Asia Timur dan Pasifik.”

Artinya alokasi anggaran harus dipercepat untuk meningkatkan kualitas masyarakat Serta melindungi daya beli usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Bagaimana cara mempercepat alokasi dana. Jika sektor ekonomi lain ingin lebih terbuka, harus memperhatikan status wabah Covid-19,” ujarnya. Seperti yang dilaporkan KONTAN, “Para ekonom memprediksi perekonomian Indonesia akan berada di tahun 2020. Upaya untuk mencapai pertumbuhan positif tahun ini. ”Eric menegaskan bahwa Indonesia akan berupaya keras untuk mencapai pertumbuhan positif sepanjang tahun 2020. Bahkan, diperkirakan pada akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi akan tumbuh -2,2% year-on-year.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online