Ketua Panitia DPR Sebelas menelpon Bank Mayapada Masalahnya sudah selesai

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) dikabarkan masuk ke salah satu bank tersebut dan tengah diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Singkatnya, rasio kredit bersih buruk (NPL net) dan rasio kecukupan modal (rasio kecukupan modal) telah diperluas dari plafon yang ditetapkan oleh Bank Jepang.

Meski begitu, nyatanya dalam beberapa tahun terakhir ini Bank Mayapada memang tengah bekerja keras untuk menambah modal. Selama kurun waktu satu tahun dari 2017 hingga 2019, perseroan mencatatkan tiga rights issue dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari 4 triliun rupiah. –Tentu saja, semua dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspansi termasuk modal usaha. — Baca: Profil Pribadi Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir yang Melantik Jokowi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pilpres – Tapi Pertama di 2020 Pada kuartal tersebut, RAC perusahaan turun sebesar 13,75% dari au, dan total kredit bermasalah juga meningkat tajam menjadi 6,94%, sedangkan rasio kredit bermasalah bersih adalah 2,48%.

Bahkan pada April 2020, perusahaan P mampu meningkatkan rasio keuangannya lagi, dengan return on equity (ROE) sebesar 17,97% dan PNP bersih sebesar 2,48%.

Kenaikan rasio tersebut kembali dikaitkan dengan grup Pemilik Mayapada Dato Sri Tahir mengambil tindakan besar lainnya.

Sepanjang 2020, Tahir menyetor tambahan modal Rp 4,5 triliun.

Diantaranya, 1 triliun Rupiah dibayarkan tunai, dan 3,5 triliun Rupiah dibayarkan untuk hasil penjualan banyak aset real estat milik Tahir.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online