BI mengkaji krisis ekonomi akibat flu ringan Covid-19

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda lapor-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) mengatakan akibat imbas dari corona atau pandemi Covid-19, krisis ekonomi tidak dianggap sekunder karena pemerintah harus mengeluarkan hingga Rp. Rangsangan. Ada juga 600 miliar Destry Damayanti, Wakil Presiden Senior BI, mengatakan data tersebut sangat menarik karena menunjukkan parahnya krisis yang sedang terjadi.

Baca: Aktivitas Bisnis Bank Indonesia Semakin Menurun di Kuartal II — -Baca: Kabar Baik dari BI, Rupiah Indonesia Naik 14,42% di Kuartal II

“Lagi-lagi Maksudku Data ini sangat menarik karena menunjukkan skala krisis yang terjadi saat ini, ”ujarnya dalam webinar, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, tujuan pemulihan ekonomi di berbagai negara selama Covid-19 sama dengan yang terjadi pada krisis 1998 dan 2008.

“Stimulus terbesar adalah jaminan hak tanggungan (kredit). Kemudian, itu juga dalam bentuk bansos,” ucapnya. Oleh karena itu, tambahnya, Presiden Jokowi mengatakan keputusan pemerintah itu luar biasa karena krisis ini berbeda dengan krisis biasanya. “Beda, jaminan ini menjadi sangat penting. Pasalnya, skema penjaminan akan mendorong bank untuk menggunakan kembali jalur kreditnya. Ia menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah dimulai dari Perpu pada tahun 2020.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online