Menteri Airlangga: Hati-hati, perekonomian DKI di Jakarta sedang lesu, sedangkan di Bali 10% lebih sedikit

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Departemen Koordinasi Perekonomian menyatakan pertumbuhan ekonomi kawasan secara keseluruhan menjadi perhatian. Khususnya Ibukota DKI Jakarta.

“Kami prihatin dengan wilayah-wilayah yang kami dapati bahwa pertumbuhan DKI Jakarta mengalami tekanan, yakni minus 8,22%. 9/2020). — Kemudian, lanjutkan ke Airlangga, tiga provinsi lain yang secara ekonomi negatif, yaitu Jawa Timur minus 5,9%, Jawa Barat 5,8%, dan Jawa Tengah 5,94%. – Baca: PSBB Berlaku untuk Jakarta, IHSG Masih Berpeluang Menguat

Pada Triwulan II-2020 Pertumbuhan Ekonomi Kedua Provinsi Sejajar Ini lebih baik dari angka pertumbuhan ekonomi nasional yang negatif 5,32%, yaitu Sulawesi Selatan 3,87%, dan Sumatera Selatan 1,37% .- “Ini lebih tinggi dari perekonomian nasional Ian. Ia menuturkan, beberapa daerah tersebut sudah mendapat dukungan dari sektor pertanian atau perkebunan. -Baca: Analis: Konyol kalau PSBB Jakarta dibatalkan pemerintah pusat, meski bagus untuk perekonomian – Oleh karena itu, pemerintah berkeyakinan bahwa sektor pertanian dan sektor penanaman tidak akan banyak terpengaruh oleh pandemi corona atau Covid-19.

“Masih sangat fleksibel. Kita semua tahu dampaknya terhadap masyarakat sangat besar,” ujarnya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online