Cardin: Mempromosikan investasi asing melalui tagihan untuk menciptakan karya yang merangsang industrialisasi

Reporter Tribunnews.com Wahyu Aji (Wahyu Aji) melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia akan terjebak dalam industri ekstraktif tanpa investasi asing. Oleh karena itu, “Job Creation Act” akan disahkan untuk mendorong investasi asing.

Shinta Kamdani, Wakil Ketua Federasi Industri dan Perdagangan (Kadin), mengatakan investasi asing merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendorong pertumbuhan nilai, peningkatan industri. Tanpanya, Indonesia dianggap hanya terjebak di industri ekstraktif-oleh karena itu, pengembangan regulasi yang mendorong investasi di dalam negeri harus didorong. Misalnya UU Cipta Kerja (RUU Cipker).

Baca: Investasi Mikro Berkelanjutan, Pilihan Baru untuk Mempertahankan Perkembangan Bisnis dalam Pandemi

“Tidak Cukup Investasi Asing untuk Menangani Berbagai SDA (Sumber Daya Alam)” Perekonomian tidak lagi eksploitatif . Tujuan ekonomi saat ini adalah melakukan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing, “ujarnya dalam conference call, Minggu (9 Agustus 2020).

Dijelaskannya, untuk menciptakan nilai tambah dibutuhkan modal. Setidaknya perlu .. Sayangnya, modal nasional yang tersedia tidak cukup untuk mendorong industri pengolahan .- “Oleh karena itu, diperlukan teknologi, keterampilan tenaga kerja, praktik terbaik, yang tidak dapat dilakukan sendiri karena keterbatasan modal, keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia. . Dia menjelaskan.

Rendahnya permodalan dalam negeri tercermin dari tingkat tabungan masyarakat sekitar 30% -33%. Sementara di Singapura mencapai 46% -51%.

Baca: Insentif pajak harus menarik investasi baru ke Indonesia

“Hal ini menyebabkan Indonesia tidak memiliki cukup dana dalam negeri untuk memanfaatkan pembangunan infrastruktur, kata dia, yang akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mewujudkan industri dalam negeri. Diversifikasi.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online