Sekarang UMKM resmi dapat berpartisipasi dalam pengadaan dan layanan publik

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Lita Febriani-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP) Rencana ekspansi pasar UMKM melalui siaran virtual pada Senin (17 Agustus 2020) diluncurkan untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Dalam acara ini, pemerintah meluncurkan Pasar Digital UMKM (Padi), Advokasi Pengadaan Masyarakat dan UKM Pages. — Beras adalah organisasi koperasi yang beranggotakan 9 BUMN dibawah koordinasi Departemen BUMN, menyediakan akses pasar BUMN, e-commerce lokal dan global, pendanaan dan informasi yang berkualitas. Sangat nyaman untuk langsung membeli barang dan jasa yang anggarannya bersumber dari APBN atau APBD dan nilai transaksinya kurang dari Rp50 juta.

Situs UKM adalah portal pengadaan nasional Inaprog. Tujuan pengembangan platform digital ini adalah untuk mendukung peran usaha mikro dan kecil dalam pengadaan barang dan jasa publik.

Melalui laman khusus ini, para pelaku usaha dapat melihat peran usaha kecil dan menengah serta informasi grafis yang terkait dengan pengadaan produk dan jasa publik. -Dari 2008 hingga 2020, sekitar 47% atau 180.000 usaha kecil dan menengah telah berpartisipasi dalam pengadaan elektronik.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, menyatakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah melakukan komunikasi yang mendalam dengan LKPP dan meyakini bahwa UKM akan ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa melalui laman katalog elektronik UMKM, secara elektronik Melakukan pengadaan pertahanan dan pengadaan langsung.

“Sejak akhir tahun 2019, UKM telah menambah halaman pada direktori LKPP untuk mendukung UKM, sehingga UKM dapat memainkan peran yang sama tanpa harus bertatap muka dengan perusahaan besar.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online