Kemenparekraf mendorong perkembangan pariwisata Bali di pasar India

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkuat strategi promosi (soft sales) pariwisata Bali di pasar pariwisata Bali di New Delhi dan Mumbai. Marketing Kemenparekraf / Baparekraf Nia Niscaya mengatakan langkah yang dilakukan bertujuan untuk menjaga visibilitas merek Indonesia, khususnya di pasar India. Nia mengatakan dalam “Masa Depan Pemasaran Pariwisata di Indonesia”: “Hal ini karena pemerintah Indonesia telah merumuskan kebijakan di destinasi wisata sebagai respons terhadap normal baru, yaitu gerakan Indonesia yang bersih, sehat dan aman (Clean, Health and Safety / CHS). Webinar. India, Selasa (6 Juni 2020).

Webinar ini diikuti 140 industri pariwisata dari India dan Indonesia.

Nia mengatakan pandemi COVID-19 adalah Banyak hal yang ia ubah dalam hidupnya, antara lain penerapan kawasan wisata yang luas dan kawasan pembatasan sosial (PSBB), serta mengubah model pemasaran pariwisata dalam waktu singkat. Waktu Menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di pasar masing-masing.

Artinya, para pelaku pasar pariwisata harus mengambil tindakan berani untuk mencari strategi dan peluang baru untuk menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini. Turis asing, terutama turis asing dari India, ‚ÄĚkata Niyskaya Nisskaya. -Melalui survei, diketahui bahwa Bali masih menjadi tujuan utama wisatawan India dengan rasio 92%, sedangkan Yogyakarta dan Lombok 2%.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online