Rico Sia: Jika pembangunan pengecoran ditunda hingga 2024, Indonesia akan rugi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Panitia Ketujuh DPR RI menolak usulan PT Freeport Indonesia untuk menunda penyelesaian smelter di Gresik, Jawa Timur hingga 2024.

Meskipun proyek ini dijadwalkan akan beroperasi pada Desember 2023. Rico Sia merupakan anggota Panitia Ketujuh Partai Nasdem DPR RI di daerah pemilihan Papua Barat. Jika pekerjaan pengecoran Gresik melenceng dari waktu yang dijadwalkan, Rico Sia menolak keras karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah ikut serta dalam pembangunan pengecoran tersebut. Pada panitia ketujuh, direksi DPR RI dan Minerba, KESDM RI dan Dirut PT Freeport Indonesia bekerja sama pada Kamis (27/8/2020).

“Membagi 51% konstruksi pengecoran dengan demikian, menunda pembangunan pengecoran hingga 2024 akan merugikan Indonesia, khususnya kawasan,” kata Rico dalam sebuah pertemuan. Panitia DPR VII, Senayan Jakarta.

Baca: Rekomendasi kilang dan smelter untuk proyek strategis nasional baru

Menurut Rico, berita bohong akan menyesatkan masyarakat jika investasinya merugi. Tentu saja ada keuntungan akhir.

“Dari segi waktu, kita bisa mempercepat peningkatan produksi. Jika produksi ditunda karena pandemi Covid-19, maka siapa yang akan membayar bunganya. Rico mengatakan:” Jangan menunda pembangunan dengan Covid sebagai pelabuhan bebas Alasan pengecoran. Rico yakin jet lag dalam jangka panjang akan banyak berdampak negatif, dan merugikan Indonesia. -Oleh karena itu, Rico meminta pemerintah tidak memberikan izin penundaan pengerjaan smelter kepada PT Freeport Indonesia.

Sebab, jika izin sudah diperoleh, Ini salah satu bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan. Rico menyimpulkan: “Kalau Dirut Freeport berpikir seperti orang Indonesia, maka siapa pun dianggap menguntungkan Indonesia karena aliran dana pasti ada di Indonesia. “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online