OJK melaporkan 6,27 juta nasabah bank telah menerima keringanan kredit dengan total Rp 655,8 triliun

Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan laporan program keringanan kredit perbankan atau restrukturisasi kepada Panitia XI DPR. Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan hingga 15 Juni 2020, 6,27 juta nasabah akan mendapatkan keringanan kredit dengan total Rp 655,8 triliun.

“Jadi pada 15 Juni reorganisasi mencapai 6,27 triliun rupee untuk 6,27 nasabah. Ini di industri perbankan,” ujarnya dalam rapat kerja bersama dengan Komite XI, Senin (22/6/2020). ). Wimboh menjelaskan dari jumlah tersebut, bantuan untuk UMKM mencapai Rp. 298,8 triliun yuan, dimana 5,17 juta debitur.

“Sedangkan pengelolaan non UMKM sudah mencapai 356,98 miliar rupee dan memiliki 1,1 juta debitur. Secara keseluruhan likuiditas sudah mencukupi,” ujarnya. Bukan mengatasi masalah likuiditas Bukobin. G-dia juga mengatakan pemerintah juga telah melonggarkan berbagai regulasi likuiditas, termasuk pelonggaran giro wajib minimum (GWM).

“Ini termasuk pembelian surat berharga. Ini untuk memberikan kekuatan yang lebih besar. Singkatnya, likuiditas di sektor perbankan dan keuangan diikuti dengan ketat, dan berkat kemarin, Bank Indonesia juga menurunkan suku bunga menjadi 4,25%, yang memberikan Lebih banyak amunisi, “pungkasnya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online