Selama pandemi Covid-19, stabilitas industri jasa keuangan dipertahankan Mei 2020

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperhatikan dampak pandemi korona atau Covid-19, yang mulai memberi tekanan pada industri jasa keuangan. Dari perspektif berbagai indikator dan kondisi risiko, kondisi stabil sistem keuangan sejauh ini mempertahankan kinerja perantara yang positif.

Baca: Tidak ingin menghentikan 245 proyek nasional selama pandemi Covid-19, Jokowi: Kita harus selalu melanjutkan

Di sisi lain, memenuhi kondisi normal baru yang sudah mulai diterapkan di berbagai negara (OJK) Sudah saatnya bagi sektor fisik negara untuk menggunakan dan mengoptimalkan kemampuan ekspornya.

“Namun, dengan terus menerapkan perjanjian sanitasi yang ketat”, Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, Jumat, Jakarta (29/5/2020) .

Anto (Anto) menjelaskan Yang mengatakan, ini juga didukung oleh likuiditas dan modal yang cukup di sektor perbankan. Dia mengatakan: “Untuk mengurangi dampak penurunan ekonomi dan memainkan peran perantara dalam industri jasa keuangan, kami merilis serangkaian kebijakan stimulus baru pada hari Rabu.” Dia menambahkan bahwa ketika ekonomi melambat, lembaga jasa keuangan akan berada pada tahun 2020 Pada bulan April, kinerja menengah membaik.

Membaca: Pertemuan dengan pengusaha, wakil ketua Kongres mengatakan bahwa UKM dapat mempromosikan pembangunan ekonomi-pinjaman bank turun 5,73% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (periode yang sama tahun lalu), sementara piutang dari perusahaan keuangan meningkat tahun-ke-tahun 0,8% setahun.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online