Politisi PKS: Jika pemerintah berupaya memenuhi anggaran rencana stimulus Covid-19, itu tidak masuk akal

Wartawan Tribunnews.com Jakarta Vincentius Jyestha lapor-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Kabinet bahwa tingkat penyerapan anggaran stimulus yang digunakan untuk mengelola Covid-19 masih sangat rendah, hanya mencapai 19% per tahun. 22 Juli 2020. -IX Anggota Pansus DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan menilai tidak masuk akal jika pemerintah kesulitan mendapatkan anggaran stimulus untuk mengelola Covid -19. Pemerintah keluarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2020 untuk mempercepat belanja negara terkait pandemi Covid-19 dan pengelolaan National Economic Recovery Plan (PEN)? Netty mengatakan akan menghubungi Tribunnews.com pada Selasa (28/7/2020).

Sebenarnya, Netty mengungkapkan, dalam peraturan khusus yang mengatur program PEN, Menteri Keuangan (Menkeu) sudah berwenang memindahkan rincian belanja negara dan dana anggaran.

Baca: Tingkat Serapan Anggaran Stimulus Covid-19 Cuma 19%, Chokovi Pukul Lagi Menteri Kabinet

“Jadi Kalau Daya Serap Fiskal Sangat Lemah Aneh. Misalnya, sektor kesehatan hanya menyumbang 7% dari 19% anggaran kesehatan, bahkan untuk insentif bagi tenaga kesehatan, santunan bagi tenaga kesehatan yang tidak memenuhi syarat, pembayaran klaim rawat inap, penyediaan alat pelindung diri, obat-obatan dan vaksin, masalah laboratorium, ventilator Dan infrastruktur pelayanan kesehatan lainnya harus segera diselesaikan, “ujarnya: Daya serap anggaran Covid-19 lemah, PKS Sentil Jokowi: Presiden harus lihat akar masalahnya -pemerintah harus tahu bahwa pengalokasian anggaran untuk menyelesaikan masalah Masalah sebenarnya berarti, bukan hanya angka-angka yang diatur dalam teknologi. Untuk menyerap sepenuhnya kebijakan politik dan fiskal, Partai Rakyat akan memulihkan mata pencahariannya.

Seorang politisi PKS mengenang bahwa orang yang sakit dan tertimpa musibah tidak sabar menunggu. Menurut dia, masyarakat juga mengetahui besarnya anggaran Covid-19 diperoleh melalui beban utang yang membebani negara. Penilaian Presiden Jokovy dan kemarahannya kepada para menteri atas pencapaian anggaran menunjukkan betapa buruknya mekanisme komunikasi dan koordinasi dalam pemerintahan. Jika ini benar, dia menyayangkan masyarakat menjadi korban.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online