Ekonom: Perlu membuat RUU kesempatan kerja untuk membantu UKM tumbuh

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Partai Demokrat dan pemerintah tengah membahas “UU Cipta Kerja” (RUU). Usaha kecil dan menengah (UMKM) di lapangan.

Ina Primiana, Ekonom Universitas Padjadjaran, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi UMKM adalah minimnya peluang bagi UMKM untuk berkembang atau maju. Ina mengatakan, selama peluang ini tidak dibuka, status usaha kecil, menengah, dan mikro tidak akan berubah. UMKM masih sama dan belum diselesaikan. Oleh karena itu, bagaimana kejelasan RUU penciptaan lapangan kerja ini menyelesaikan dan menyelesaikan permasalahan UMKM, ”kata Ina, Rabu (24/6/2020) .

“ UMKM ini memiliki peluang untuk dikembangkan. Ambil contoh perjanjian pengadaan pemerintah dan katalog elektronik, coba lihat isi semua barang impor. Ina menambahkan, pemerintah harus mulai menggunakan produk UMKM. — Ina mengatakan tren globalisasi sedang melanda dunia. Ia mencontohkan dari 2008 hingga 2018, perkembangan globalisasi mengalami stagnasi antara 55% hingga 60%. Ini terjadi karena negara-negara di seluruh dunia mulai menggunakan bahan baku industri di negara tersebut.

Baca: Pengamat: UU Cipta Kerja dinilai memiliki sisi positif bagi pekerja di bawah persyaratan upah minimum

Ina meyakini tren ini bisa menjadi peluang Indonesia untuk mengurangi impor dan mengarahkan UMKM menjadi pemasok bahan bakunya. Yang lebih besar.

Oleh karena itu, Ina mengimbau agar RUU Cipta Karya tidak lagi mengatur persoalan normatif. Namun diatur hal-hal khusus terkait rencana aksi pemerintah untuk memajukan jurusan UMKM. Cipta Kerja, lanjutkan. Ina mengatakan, hal tersebut tidak lagi menyelesaikan masalah normatif.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online