Mewujudkan keringanan kredit debitur melalui pandemi tembus Rp. 740 triliun

Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dari pelonggaran keringanan atau restrukturisasi kredit.

Deputi Komisioner Humas Logistik dan Anto Prabowo OJK mengatakan hingga 29 Juni 2020, sebanyak 6,56 miliar debitur UMKM dan non-UMKM telah mencapai restrukturisasi kredit di industri perbankan menjadi 740,79 miliar. Rupiah. Utang 5,29 juta debitur dan non UMKM mencapai 29 triliun atau Rp 423,5 triliun digunakan untuk 1,27 juta debitur, ā€¯ujarnya, Selasa (6 Juni 2020).

Di saat yang sama, Anto terus memberikan jasa keuangan Restrukturisasi perusahaan menyediakan dana. Pada 30 Juni, jumlah total yang terhutang adalah 133,84 triliun rupee, di mana 3, 74 juta kontrak telah disetujui.

“Pada saat yang sama, 451.655 kontrak masih disetujui. Dia berkata:.

Baca: Julo Fintech Company merestrukturisasi pinjaman nasabah

Adapun, lanjutnya, di sisi kanan, penerapan pinjaman bergulir untuk menggairahkan industri fisik, khususnya bagi usaha kecil dan menengah, mendapat dukungan dari aspek-aspek berikut: 2020 Rencana penjaminan ditetapkan oleh PMK No. 71 tahun.

Baca: Bank Mandiri prediksi akibat Covid-19 restrukturisasi kredit mencapai 180 triliun rupiah — “OJK saat ini sedang mempersiapkan berbagai kemungkinan untuk merilis easing reform baru, minimum credit line dan Kebijakan yang didukung oleh sektor ekonomi menjadi pendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi. “

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online