Banyak pengusaha Jepang tidak puas dengan produktivitas pekerja Indonesia

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Organisasi perdagangan luar negeri Jepang (JETRO), sebuah lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah Jepang, telah merilis laporan tahunannya lagi, yang mencakup hasil penyelidikan perusahaan-perusahaan Jepang di 20 negara atau wilayah, termasuk Indonesia.

Menurut sebuah survei terhadap 5.700 orang yang diwawancarai, ditemukan bahwa 55,8 perusahaan Jepang percaya bahwa menggunakan upah minimum regional (UMR) tidak dapat mencapai produktivitas tenaga kerja Indonesia. , Lainnya tidak menanggapi.

“Lebih dari 50% orang berpikir bahwa upah dan produktivitas pekerja Indonesia tidak cukup dan tidak pantas. Ini adalah nilai tertinggi dibandingkan dengan negara lain,” direktur Jetro Jakarta Wataru Ueno berada di Mengatakan pada konferensi pers di Jakarta. Kantor, Selasa (11 Februari 2020).

Dia kemudian mengatakan bahwa nilai produktivitas Indonesia adalah 74,4 atau terendah ketiga di Asia Tenggara. — Pada saat yang sama, nilai produktivitas Filipina adalah 86,3, Singapura 82,7, Thailand 80,1, dan Vietnam 80.

“Persentase negara yang menanggapi (UMR) sesuai, Filipina (74,2%), Laos (66,7%) dan Myanmar (60,9%). Negara ini memiliki perusahaan manufaktur ekspor yang sedang booming dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah.

Kedua, kebijakan dan infrastruktur pemerintah daerah dengan sistem pajak yang rumit dan manajemen yang tidak pasti masih kurang berkembang.

“Jepang adalah negara investasi asing langsung terbesar ketiga dengan investasi US $ 4,3 miliar. Yang harus diperhatikan dalam peningkatan investasi asing langsung adalah biaya tenaga kerja, sistem pajak dan lainnya yang meroket, “katanya.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online