Menteri Perhubungan Budi Karya mengimbau Kementerian Keuangan untuk mensubsidi masyarakat untuk uji cepat

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, parpolnya telah meminta Kementerian Keuangan memberikan hibah tes cepat kepada masyarakat yang hendak bepergian, khususnya pengguna angkutan umum. -Karena mahalnya biaya pengujian cepat saat ini adalah keluhan publik. Ini bahkan mungkin lebih mahal daripada biaya menggunakan transportasi umum. 7/2020) .

Baca: INACA Sambut Fasilitas Tes Cepat Covid-19 yang Disediakan Maskapai

Baca: Masih Dianggap Merugikan, Aturan Tes Cepat Wajib Bagi Calon Penumpang Kembali Di Mahkamah Agung Penuntutan-Dia berkata: Pada dasarnya, soal tes cepat dilakukan di bawah otorisasi kelompok kerja akselerasi manajemen Covid-19. Namun, pihaknya tetap memberikan pendapat tentang situasi lokal kepada pokja.

“Kami sedang bekerja keras, dan Insya Allah, kelompok kerja kami bekerja dengan baik,” katanya. . Pihaknya akan memberikan aturan kepada seluruh operator angkutan umum untuk mengidentifikasi mitra yang cocok untuk uji cepat.

Faktanya, biaya pengujian cepat saat ini bervariasi. Operator diharapkan dapat memilih mitra yang dapat memberikan fasilitas pengujian cepat kepada penumpang dengan harga yang wajar.

“Menurut pengalaman saya di Solow dan Yogyakarta, 300.000 rupee. Sebelumnya, dalam rapat kerja, sebagian besar panitia mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang menyulitkan masyarakat.- — Meskipun tes cepat atau PCR merupakan persyaratan untuk transportasi umum.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online