OJK akan kembali menyelenggarakan kompetisi keuangan inklusif, berikut jadwalnya

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar kompetisi keuangan inklusif (KOINKU) di tahun 2020. OJK telah menyelenggarakan kompetisi sejak tahun 2014 sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang keuangan inklusif, serta mencari kreativitas dan model inovatif terkait model keuangan inklusif.

Baca: OJK Serukan Perusahaan Perlu Tambahan Penjaminan Modal Kerja Hingga 81 Triliun Rupiah-guna perluasan saluran keuangan, khususnya di bidang perempuan, hasil kompetisi ini harus direplikasi untuk memperluas saluran keuangan untuk menciptakan Perusahaan yang makmur. Berdasarkan hasil survei Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019, 76,19% dari 12.773 responden di 34 provinsi di Indonesia telah menggunakan berbagai produk industri keuangan dan / Atau layanan keuangan formal.

Baca: Jika OJK Digabung Kembali ke BI, Benarkah Pemerintah Kesulitan Mengawasi Sektor Keuangan?

Sedangkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan / atau jasa keuangan formal sebesar 38,03%.

Angka ini meningkat dari hasil survei OJK 2016. Angka inklusi keuangan mencapai 67,8%, dan literasi keuangan mencapai 29,7%. Hasil survei tahun 2019 juga menunjukkan bahwa menurut jenis kelamin, keuangan perempuan Tingkat inklusifitas dan pengetahuan keuangan masing-masing adalah 75,15% dan 36,13%.

Tingkat ini lebih rendah dari tingkat inklusi keuangan dan pendidikan keuangan laki-laki yang masing-masing 77,24% dan 39,94%.

Kesetaraan gender dipilih sebagai salah satu strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan berkeadilan bagi seluruh warga negara Indonesia, tanpa memandang gender.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online