Tanggapan Menteri Perhubungan terhadap kenaikan tarif angkutan umum selama masa transisi PSBB

Laporan wartawan Tribunnews.com Hari Darmawan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan menyatakan belum bisa memastikan kenaikan tarif angkutan umum saat transisi pembatasan sosial massal (PSBB). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) menyatakan daya beli masyarakat masih rendah.

“Dalam hal ini, kita harus berhati-hati dalam menaikkan tarif angkutan umum. Kalau kita menaikkan tarif, permintaan mungkin tidak bisa maksimal,” konferensi pers virtual Budi, Selasa (6/6/2020). di.

Menteri Perhubungan Budi juga menyatakan, sejak wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, tingkat hunian angkutan umum saat ini sudah turun signifikan. Meski operator berniat menaikkan tarif.

Baca: Ojek Online Bisa Mengangkut Penumpang Lebih Banyak, Tapi Dengan Kondisi Ini

Namun Budi tetap mengatakan Kementerian Perhubungan saat ini tidak berniat menaikkan harga angkutan umum. Namun, ketika permintaan mulai meningkat selama masa transisi ini, penyesuaian tarif dapat dilakukan.

Baca: Kementerian Perhubungan akan tingkatkan lalu lintas penumpang udara hingga 70%

“Saat ini Anda sedang bekerja keras untuk mempertahankan” pertumbuhan transportasi, termasuk promosi angkutan umum melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020 Pembatasan kapasitas penumpang, “kata Budi. Kapasitas penumpang yang bisa diangkut hanya 50% dari kapasitas sebelumnya. — Namun, meski kapasitas penumpang sudah meningkat hingga 70%, Budi mengimbau kepada operator untuk terus menerapkan perjanjian sanitasi yang efektif. , Sebagai syarat untuk menggunakan angkutan umum penumpang.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online