Pemerintah menyiapkan Rp 3,8 triliun untuk melanjutkan pariwisata

Reporter Tribunnews.com Fransikus Adhiyuda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar 3,8 triliun rupiah untuk memulihkan industri pariwisata melalui berbagai insentif. — Pemerintah terdiri dari berbagai subsidi atau tindakan pengurangan. Pajak Penghasilan (PPh).

“Insentif ini bisa dimanfaatkan oleh industri pariwisata, antara lain hotel, restoran, biro perjalanan, dan perusahaan ekonomi kreatif lainnya seperti periklanan, bioskop, dll,” karyawan Febry Calvin Tetelepta berlangsung di Jakarta, Kamis (13 Agustus 2020). Webinar perjalanan pandemi Covid-19.

Baca: Komite Keenam menyarankan perusahaan perjalanan untuk tidak masuk ke bisnis penerbangan

Baca: Thailand tidak ingin membuka pariwisata internasional pada tahun 2020, itulah sebabnya

Organisasi Pariwisata Dunia pernah mengatakan bahwa industri pariwisata terkena pandemi Daerah yang paling parah terdampak.

Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diperkirakan pada 2019 jumlah wisatawan ke Indonesia akan turun menjadi 5 juta, dibandingkan dengan 16 juta sebelumnya.

Pada saat yang sama, wisatawan domestik Jumlah orang diperkirakan menurun dari 303 juta tahun lalu menjadi 120 juta. Alhasil, pendapatan devisa akan meningkat dari target 21 miliar dolar AS menjadi 15 miliar dolar AS.

Febry mengemukakan bahwa KSP telah banyak berperan dalam banyak sinergi dan industri pariwisata telah pulih kembali. — Bangun kepercayaan wisatawan potensial. Langkah selanjutnya adalah membuka kembali industri pariwisata di Bali secara bertahap mulai Juli tahun lalu.

Direncanakan juga akan dibuka destinasi wisata lainnya (seperti Bintan, Bangka Belitung dan Banyuwangi) ke Jawa.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online