Beberapa bank melakukan penarikan uang. Ini adalah langkah bankir untuk meyakinkan nasabah

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah bank swasta dan publik di Tanah Air melihat tren tarik tunai.

Beberapa bank bahkan memaksa nasabah untuk menarik semua dana dari beberapa bank, termasuk pembatasan karena kondisi bank. Indonesia mengalami kesulitan likuiditas.

Menurut sejumlah bankir dan otoritas, pemicunya tak lebih dari undangan para pihak, mereka menggunakan laporan Badan Pengawas Keuangan (BPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaporkan 7 perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan. Bank melakukan review.

Tujuh bank yang disebutkan dalam laporan tersebut adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Yudha Bhakti Tbk (Bank BYB), PT Bank Mayapada Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Papua (BPD Papua), PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Sebenarnya sudah lama OJK dan 7 bank ini mengklarifikasi hasil laporan BPK tersebut. Basis nk Ini masalah likuidasi Dua orang yang ditangkap polisi diduga menyebarkan lelucon-Baca: Indef Bilang Negeri Gak Kekurangan Uang, dan Bank Indonesia Miliki Rp 400 Triliun-Baca: Rupiah (Openpi) , Rupee (Rupiah), Kamis 2 Juli 2020, Rp14,275 per dolar AS, berikut kurs 5 bank-selain meyakinkan nasabah, situasi keuangan bank saat ini sangat aman. -Selain itu, surat undangan terus beredar di jejaring sosial. Tren yang menarik adalah penarikan cabang dan ATM Bank Bukopin.

Hingga 1 Juli 2020, sebelum resmi masuknya KB Kookmin Bank, investor Korea yang akan menjadi pemegang saham pengendali Bukopin (PSP), nasabah masih menggunakan banyak uang tunai.

Bahkan atas persetujuan beberapa nasabah di Kontan.co.id, Bukopin memblokir beberapa transaksi nasabah layanan.

Leave a Comment

download game adu ayam_s128live_situs sabung ayam online